Menangis Lihat Ibu Tak Bisa Beli Beras, Kini Si Anak Sukses Berangkatkan Ibunda Haji

Menangis Lihat Ibu Tak Bisa Beli Beras, Kini Si Anak Sukses Berangkatkan Ibunda Haji

Perjuangan seorang ibu bagi anak-anaknya memang tak pernah usai. Segala upaya dan kerja keras akan dilakukan demi keberlangsungan hidup keluarganya.

Saat kecil, sang ibunda diketahui telah melakukan satu upaya agar dirinya dapat menyantap makanan, yakni meminjam uang untuk membeli beras. Namun, sang ibunda justru mendapatkan perlakuan yang tak sepantasnya.

Sejak peristiwa itu, sang anak mulai berpikir dan bekerja keras untuk membantu sang ibunda dan ayahnya. Guna mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia mencoba untuk melakukan suatu hal di luar dugaan.

Berkat itu, kini dirinya dapat membalas budi sang ibunda dengan memberangkatkan ke Tanah Suci.

Saat kecil, pria itu melihat dengan mata kepalanya secara langsung saat sang ibunda berusaha setengah mati meminjam uang demi memperoleh beras. Bukannya ditolong, sang ibunda justru mendapatkan penolakan yang mengiris hati kecilnya saat itu.

"Aku pernah menangis melihat orang tuaku ini meminjam uang untuk beli beras dan ditolak di depan mataku," tulisnya.

Sejak saat itu, dirinya bertekad untuk tak menyusahkan kedua orang tuanya. Hal itu diawalinya dengan sering memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kedua orang tuanya dapat merasakan hidup yang lebih baik berkat usahanya sendiri.

"Dalam setiap doaku, aku memohon meminta agar diberi kemudahan dan kesempatan untuk mengubah hidup lebih baik," lanjutnya.

Tak hanya sering berdoa, ia pun lantas juga melakukan sejumlah upaya untuk membantu perekonomian kedua orang tuanya. Hal itu ia lakukan dengan memulai berjualan es lilin yang dipikulnya saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar.

Meski berjualan dengan tangannya sendiri, ia justru nampak tak merasa malu untuk melakukan hal itu di depan teman-teman sekolahnya. Saat yang lain hanya bermain saat jam istirahat, ia malah asyik mengasah mentalnya untuk berjualan es keliling.

"Mulai terbiasa berjualan es lilin di sekolah sekadar untuk jajan sendiri dan sedikit membantu orang tua," sambungnya.

Berkat kerja kerasnya sejak saat itu, kini dirinya yang telah bekerja dan sukses di tanah rantau tetap tak melupakan kedua orang tuanya. Ia mengaku telah membuatkan sang ibunda sebuah warung agar keluarganya di kampung halaman tak lagi kekurangan beras.

"Setelah merantau, ada sedikit uang hasil kerja. Ku buatkan warung supaya tidak lagi kehabisan beras," ceritanya.

Tak hanya itu, kini ia juga mulai memetik hasil kerja kerasnya dengan berhasil mengantarkan sang ibunda untuk memperoleh tiket naik haji. Kendati masih menunggu waktu berangkat, ia pun mengaku senang dapat membahagiakan sang ibunda tercinta.

"Yang paling membahagiakan, ongkos naik haji untuk mak sudah ku bayarkan. Meskipun daftar tunggu masih cukup lama. Semoga mak panjang umur dan sehat selalu," imbuhnya.

Kasih sayang kepada kedua orang tua nampaknya tak memudar meski dirinya telah sukses di tanah perantauan. Ia mengaku senang usai berhasil memboyong dan dapat merasakan untuk merawat kedua orang tuanya di tanah rantau.

"Kini orang tuaku tinggal bersamaku di tanah rantau. Tuhan telah menjawab mimpi-mimpiku, aku diberi kesempatan merawat di ujung usianya," pungkasnya.

Sumber Artikel:portal -islam.co/2021/01/menangis-lihat-ibu-tak-bisa-beli-beras.html